jump to navigation

akhirnya, saya berhasil mencapai TITIK itu… March 25, 2008

Posted by franky in coretan ngalor ngidul.
trackback

Sebagian besar teman di tanah air seringkali membayangkan: waah betapa enaknya dapat beasiswa untuk melanjutkan studi dan hidup di luar negeri-apalagi di negara yang sudah developed. Serba canggih, serba enak, serba pasti, serba teratur, serba IT-oriented, dan serba yang bagus2 laah…Secara obyektif, YA! Tetapi apakah mereka menyadari juga, bahwa hidup di lingkungan yang asing bagi kita juga perlu perjuangan. Perjuangan mengerti bahasa & karakter huruf yang jumlahnya ribuan dan tidak mudah dihapal secara instan (kanji, pen), mengenali dan beradaptasi dengan situasi lingkungan, kesulitan mendapatkan fasilitas yang berhubungan dengan agama, adat budaya yang berbeda, makanan yang agak aneh rasanya di lidah, belum pola pikir orang-orang sekitar kita yang totally different. Betul. Semuanya perlu perjuangan. Khususnya perjuangan untuk menyelesaikan studi. Jadi secara jujur, saya akan menjawab bahwa memang hidup di negara maju itu enak, yang tidak enak adalah perjuangan dan menjalani proses belajarnya! Bukan apa2, maklum otak yang udah lemot, kelamaan bekerja di lapangan, usia yang ‘agak’ terlambat sehingga secara hardware, masih memakai otak yang belum pake teknologi dual-core.

Ingat ketika pertama kali datang ke Jepang untuk meneruskan studi dengan beasiswa dari JICA, pertama kali saat mengerjakan soal ujian masuk. Bagaimana sulitnya belajar Nihon-go, tinggal di JICA Center, harus pindah ke apartemen, kesepian karena jauh dari keluarga dan istri tercinta. Tak akan terlupakan juga betapa Japanese food terasa serba plain di awalnya dan selalu membayangkan betapa lezatnya masakan Indonesia. Rasa ragu selalu menerpa untuk bepergian kemana2, mengingat hampir semua informasi ditulis dalam karakter Kanji. Termasuk betapa kangennya mendengar suara adzan dan melihat mesjid. Belum urusan akademis yang semuanya juga disajikan dalam Bahasa Jepang, dari kuliah sampai sillabus! dari ngisi RKS sampai ke hand out kuliah…Dooh! Belum lagi harus selalu buat report dan tugas presentasi di lingkungan yang masih sangat asing. Sampai akhirnya harus menentukan rencana penelitian yang sangat menyita waktu. Dari proposal ke proposal, dari seminar ke seminar. Belum lagi harus belajar dari nol tentang Remote Sensing terus menuliskan hasil penelitan dalam sebuah thesis dengan Bahasa Inggris yang tentunya harus benar. Dooh, rasanya mau balik kanan grak! (thesis saya bisa didownload di sini)

Tapi semua perjuangan pasti akan membuahkan hasil. Dan, akhirnya hari ini saya menyelesaikannya. 25 Maret 2008. Shotsugyou omedetou gozaimasu!

 

Comments»

1. alyans - March 25, 2008

Dear Bang Franky,
udah lewat lagi satu bagian? Berarti sudah selesaikah?
Selamat atas keberhasilan. Semoga tetap terus berhasil.
Kapan balik Ketapang?
Salam dari Ketapang.

2. karmaen - April 5, 2008

SELAMAT & SUKSES
kapan balik ning Bumiayu. hutan bulujingkang wis enték. eh mas frenk bojone wong endi sih?

3. tanto - April 16, 2008

selamat hai perwira rimba raya…
pokoke hebat cil…dan tantangan hebat pasti akan menanti …
dan selalu ditunggu menjaga hutan kita..

4. eva sulistyani - September 24, 2009

kpn artikel yg barunya?

5. Franky - October 2, 2009

Halo Eva…
Belum nih Va…males….keasikan kerja….lagi cuthel otak 1 tahun terakhir ini….Gmn kabar keluarga?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: