jump to navigation

ski, siapa takut?? February 29, 2008

Posted by franky in jalan-jalan.
Tags: , , ,
trackback

Kali kedua musim dingin di Tsukuba yang minim salju. Secara kebetulan, lab kami mengadakan trip ke Fukushima-ken, tepatnya di Inawashiro dengan tujuan utama main ski, atau lebih tepatnya belajar main ski. Karena pada kenyataannya baru kali kedua ini lah saya akan mencoba ski lagi, setelah sebelumnya mencoba untuk pertama kalinya di Naeba, Niigata-ken dengan teman2 Indonesia. Walaupun kali pertama belajar ski bukan pengalaman yang mengasyikkan, tapi siapa takut? Kebetulan beberapa teman satu lab yang kebanyakan orang Jepang, sudah terbiasa ski-minimal akan lebih banyak ‘instruktur’nya.

17 Februari 2008, 06.30 kami bersiap2 berangkat di tengah udara dingin Tsukuba sekitar 12 derajat Celcius. Peralatan ski sebelumnya sudah dipinjam dari universitas tanpa biaya apa pun! Walaupun tanpa gogel, sarung tangan, atau pun pakaiannya. Saya sendiri hanya bermodalkan sun-glass biasa, sarung tangan biasa, raincoat dan celana yang bukan khusus untuk di salju. Tentunya dengan persiapan dobel, karena pastinya suhunya minus. Kali ini rombongan lab berjumlah 11 orang termasuk profesor saya dengan menggunakan 2 buah mobil. Sekitar setengah 12 kami sampai di lokasi, Minowa Ski Resort-Inawashiro, setelah sebelumnya ikut bantu pasang rantai di ban, mengingat semua jalan menuju lokasi tertutup salju. Sampai di lokasi, ngga nyangka, rupanya kita langsung ganti kostum dalam mobil, pakai sepatu ski, di tempat parkir. Wuih dingin banget pastinya, karena di arloji saya menunjukkan -5 derajat Celcius. Belum bermain, kaki rasanya sudah perih, padahal sudah pakai kaos kaki dobel, begitu juga tangan. Dengan sepatu ski, kita berjalan menuju lokasi course, setelah sebelumnya menyantap makan siang dengan menu kare.

Sampai course pemula, saya hanya berkesempatan sekali untuk mencoba beradaptasi dan melakukan pemanasan. Bagaimana cara berjalan dengan papan ski menuju lokasi yang lebih tinggi, bagaimana meluncur, kemudian mengerem, dan bagaimana caranya bangun dan berdiri jika kita jatuh. Bukan apa2, tempatnya masih landai, jadi rasanya tidak terlalu sulit. Baru sekali mencoba, saya sudah diajak naik lift (gondola) untuk menuju course yang sesungguhnya. Walaaaah….untuk melihat track ke bawah saja rasanya sudah membayangkan bagaimana ngerinya. Tapi it’s ok! Seorang teman mengawasi saya, apakah sudah benar untuk melakukan start, meluncur dengan posisi papan membentuk huruf V terbalik, bangun dari jatuh, berdiri, dan bagaimana caranya tetap diam berdiri di atas papan ski yang licin, di track yang kemiringannya mungkin lebih dari 20%. Semuanya ok! hanya saja pada saat sudah meluncur, rupanya tidak mudah untuk memperlambat kecepatan atau mengerem! Wisss, pikiran saya, pada saat meluncur dan ngga bisa berhenti, pokoknya saya jatuhkan diri saja laah! Entah berapa puluh kali saya jatuh, yang untungnya tidak cedera! Ya, hari pertama dipenuhi oleh jatuh dan jatuh. Karena hanya itu lah satu2nya cara untuk berhenti, sementara tekniknya saya belum mengerti! Memang nekad!

Saya menyerah karena kedinginan. Soalnya butiran salju banyak masuk sampai ke dalam baju, sepatu, dan sarung tangan gara2 terlalu sering jatuh. Lewat jam 2 siang, saya memutuskan untuk istirahat setelah mungkin belasan kali bolak balik naik ke course dengan gondola. Secangkir kopi dan beberapa batang rokok akhirnya bisa mengurangi rasa dingin. Setelahnya saya sempat coba 2 kali naik dan meluncur, walaupun dengan hasil yang lebih parah, alias lebih banyak jatuh karena tenaga rasanya sudah habis! Setelah 2 kali mencoba dengan hasil yang tidak lebih bagus, saya benar2 menyerah! Tsukaretta!

Hari pertama selesai, dan diakhiri dengan mandi berendam di onsen sore harinya, makan malam khas Jepang dengan suasana hangat dengan tambahan karaoke. Saya berpikir, besok harus sudah bisa cara bermain ski dengan benar! Ya, besoknya kita start setengah 10. Seorang teman Jepang yang sudah expert mengajari saya bagaimana cara belok ke kanan dan ke kiri. Karena itulah intinya bermain ski, dengan berbelok sajalah kita bisa memperlambat luncuran, tidak hanya meluncur lurus dengan percepatan yang bertambah, dan kesulitan pada saat berhenti. Dengan menggunakan bahasa Jepang, Inggris, dan sedikit terjemahan Bahasa Indonesia oleh seorang teman, saya dikasih instruksi2 dan teknik2nya, sampai akhirnya saya dapat ‘slah’nya: bagaimana kita menumpukan titik berat badan kita agar bisa belok dengan keadaan tetap setimbang, bagaimana tekanan pada kedua lutut, kaki dan jempol, dan posisi berdiri dengan badan yang condong ke depan pada saat meluncur. Itu saja! Sedikit2 saya mencoba, dan akhirnya saya bisa, dan ketagihan bolak balik naik lift untuk naik dan meluncur turun. Kali ini tentunya tanpa jatuh dan pastinya dilakukan dengan teknik yang benar pada saat meluncur, yaitu harus belok kanan-belok kiri. Sampai melewati track yang pada hari pertama bikin trauma (tikungan dengan kelerengan yang cukup curam) pun bisa saya lewati dengan mudah! Waaah, rasanya saya ketagihan…karena saking asiknya, ternyata sudah melewati waktu yang sudah disepakati untuk istirahat, berkumpul kembali dan makan siang…Herannya, saya sama sekali tidak merasa kedinginan, tetapi justru berkeringat! Kami sepakat untuk bermain ski sampai 1 jam ke depan (artinya ada tambahan waktu untuk dipakai 4 kali trip bolak balik ke intermediate course)

Satu pelajaran yang bisa diambil adalah: Jika kita ingin mencoba sesuatu, jika kita ingin belajar sesuatu, modal pertama adalah keberanian (walaupun bagi saya waktu itu, rasanya keberanian beda2 tipis dengan nekad! hehehe). Jangan lupa, jadikan kesulitan sebagai sebuah tantangan yang mengasyikkan. Gagal dan jatuh adalah resiko, asal kita mengerti bagaimana mengatasinya. Setelah keberanian ada, belajar teknik dan skill sih menyusul, bisa tidaknya tergantung proses kita belajar! Jago atau tidaknya, tergantung pada ketekunan pada saat kita belajar…Ibaratnya seperti mencoba bermain dan menamatkan sebuah game! Terbukti akhirnya, saya-yang berasal dari negara tropis, bisa menikmati asiknya bermain ski dengan benar.

Ya, siang itu diakhiri dengan makan siang dengan menu spesial soba yang sangat sedap dan penuh kehangatan…Kami pulang ke Tsukuba dengan banyak kenangan indah… Yatta! Otsukaresamadeshita!

Comments»

1. Senyum - March 12, 2008

huaaaaaa senaangnyaaa…
jd pengen maen ski jg niiy.. sayang di jakarta ga ada ya om hehehe pernah nyoba ice skating tp ga lagi2 deh.. suseh.. hehehe

reportasenya apik benerr bahasanya ehehehe baguuss baguuss.. bisa jadi wartawan om.. bukan wartawan infotainment.. sapa tau di discovery travel & living hehehe jd bisa jalan2 hehehe jepaang udah dijelajahi.. next?? europe ???? amiiinnn

keep up the good work Mr. Franky Zamzani MSc,.MEnv. bener ga?? hhihihihi

2. Franky - March 12, 2008

wawawawwwaawww….
Ulie toh rupanya! tengkyu2…..atau ada maunya nih pake acara muji2….
oya, jangan ditulis gitu deh nama om….jadi malu neeh…kekekekek…..
ok, from now on, let’s plan to go to europe, dear…..

3. yasmine - June 29, 2012

halo mas Franky boleh minta infonya untuk paket tur skinya gk? saya kebetulan mau ke Jepang januari nanti dan lg search gugel ketemu blog mas Franky. Terima kasih sebelumnya ya mas🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: