jump to navigation

Merahnya momiji dan romantisme Kyoto November 28, 2007

Posted by franky in jalan-jalan.
Tags: , ,
trackback

Momiji

Kata orang, datanglah ke Kyoto jika ingin menikmati musim gugur di Jepang-a city with a thousand temple & shrine! Dan pastinya untuk menikmati merahnya momiji di setiap sudut kota. Atas tawaran profesor saya untuk mengisi liburan 3 hari di musim gugur ini, sekaligus tergiur rasa penasaran, akhirnya saya mengiyakan untuk pergi mengunjungi kota tradisional yang pernah menjadi pusat kekaisaran Jepang sampai tahun 1868 tersebut. Tentunya setelah kasak kusuk mencari informasi tentang Kyoto di internet-baik hotspot-hotspot menarik, aksesibilitas, sistem kunjungan, dan fasilitas/atraksi yang tersedia. Bantuan seorang teman Indonesia-yang kebetulan kuliah di Rits University, Kyoto-juga sangat berguna untuk keperluan reservasi beberapa lokasi yang akan dikunjungi (untuk hal daftar mendaftar, reservasi, booking, rasanya menjadi menu wajib di Jepang-artinya tidak ada sesuatu yang dadakan). Ya, ini demi kenyamanan kita sendiri. Apalagi, beberapa lokasi memang dibuka secara terbatas, seperti Imperial Palace dan beberapa villa kekaisaran Jepang.

Hari pertama, sebelum ke Kyoto Imperial Palace (sesuai reservasi, kita dapat jatah jam 10.00), kita sempat mengunjungi Shin ‘nyo Do, salah satu kuil yang penuh dengan momiji, yang kabarnya dibangun sejak tahun 984. Puas menikmati momiji, perjalanan berlanjut ke Kyoto Imperial Palace yang lokasinya di pusat kota Kyoto. Ada pengalaman menarik, di sini saya sempat dibentak oleh penjaga istana gara-gara minta tambah 1 orang lagi untuk mengunjungi istana ini. Kebetulan teman dari Kobe datang, dan berniat bergabung, walaupun pada saat reservasi hanya didaftarkan untuk 4 orang saja. Hhhh…busyeet…bener-bener disiplin niih penjaga. Setelah sempat jalan ke Arashiyama dengan one day bus ticket disambung dengan Randen, selanjutnya sesuai reservasi juga, perjalanan diteruskan ke Shugakuin Imperial Villa, salah satu vila kekaisaran Jepang, yang pemandangannya waaaah…indah, bersih, sunyi, harmonis, dan romantis tentunya-mungkin karena lighting matahari banyak terpantul oleh merahnya daun momiji. Pokoknya pemandangannya seperti dalam kalender-kalender. Momiji memerah di setiap sudut berbaur dengan pohon evergreen yang lain dengan danau buatan (atau sungai??) yang memantulkan keindahan tersebut, serta jembatan kuno seperti dalam film-film silat China. Ya, harmoni dalam artificiality and nature! Satu hal yang bikin kagum: maintenance! Nyaris sempurna.

Shugakuin Imperial Villa

Hari kedua, kita berkunjung ke Golden Temple (Kinkakuji), terletak di barat laut Kyoto yang merupakan salah satu ikon kota Kyoto. Kuil ini berada di tengah danau kecil yang tamannya tertata dengan indah. Konon, kuil ini dibangun pada akhir abad ke-12. Untuk masuk ke komplek wisata ini kita harus membayar 400-en, tanpa reservasi. Sayangnya, mengingat terkenalnya kuil ini, maka hampir selalu penuh dikunjungi wisatawan sehingga sangat susah untuk mencari lokasi untuk berfoto dengan angle yang tepat. (Sekedar rekomendasi, pada saat musim gugur, datanglah lebih pagi untuk mendapatkan pencahayaan yang sempurna jika ingin memotret, ditambah kemungkinan besar masih sepi). Gara-gara sudah mengunjungi kuil ini, maka kita “tidak tertarik lagi” untuk mengunjungi Silver Pavilion (Ginkakuji) yang terletak di timur Kyoto. “Kalo sudah mendapat emas, buat apa lagi melihat perak?”

Kinkakuji in harmony

Setelah makan nishin-soba, kita meneruskan perjalanan ke timur Kyoto, tujuan utamanya ke Kiyomizu-dera. Walaupun dalam perjalanan menuju kuil tersebut sempat mampir ke Chionin Temple dan beberapa tempat lainnya. Dan membludaknya pengunjung, sempat membuat macet perjalanan menuju kuil ini.  Mungkin karena lokasi kuil tersebut berada di lokasi yang strategis yaitu berada di atas bukit di timur Kyoto, sehingga dari kuil ini bisa terlihat city-scape kota Kyoto.

Yaa, tidak cukup waktu 2 hari untuk mengunjungi tempat wisata di Kyoto, tidak cukup untuk dituliskan disini, keindahan lokasi-lokasi wisata di Kyoto. Satu hal yang perlu diingat, sebagian besar masyarakat Jepang di kota ini masih ramah, hangat, santai, dan tidak sesibuk seperti terlihat di Tokyo dan kota besar lainnya di Jepang-mungkin karena kota ini bukan merupakan kota industri yang hi-tech, tetapi kota tradisional sekaligus kota wisata yang masih penuh dengan kehangatan, walaupun kelihatannya semuanya jadi lebih mahal. Oya, satu hal lagi, cewek-ceweknya juga kelihatan lebih cantik dan modis!🙂 Aah…

Comments»

1. Irfan - November 29, 2007

Wah ternyata mas Achile ni Jurnalis juga toh..asyik deh ngikuti ceritanya. O ya, sorry jadi ikut baca, gak papa kan? Soalnya addressnya ada di sini sih. BTW, gimana nih cara bikin web dalam wordpress ini, maklum ni masih gaptek..he..he.

2. Franky Zamzani - November 29, 2007

Iya, lagi belajar nulis aja…Buktinya nulis thesis ngga kelar2…Waah silakan aja baca dan kasih comments-kalo lagi iseng dan ngga sibuk…Aku seneng juga bisa sharing cerita, walaupun isinya jg udah pada tau tooh?? bikin blog?? entar laah tak email yaa…Intinya ya coba2 aja…hehehehe…Anyway, thanks again buat kemaren di Kyoto!

3. Ragil - August 7, 2008

JADI PENGIN ke Kyoto mas,,, q juga jual selimut jepang lo mas

4. kartika - August 9, 2008

kireiiiiii desu
ano momiji….

watashi momiji ga suki .ah susuki mo suki ^_^

ano sashin suteki na

5. wIe - January 20, 2010

sAyOnARA…
IkH wAw BaGuS bAnGeT bUnGa NyA….
KeReN aKh……

6. Penulispro - November 26, 2014

wahhh… pas kali yaa akhir tahun liburan kesana bareng keluarga..
Oiyaa sebelum liburan ke Kyoto, ada beberapa tips nih agar liburan Anda maksimal. Banyak tempat-tempat yang sayang jika dilewatkan. Tips untuk liburan ke Kyoto bisa dicek disini http://penulispro.com/liburan-ke-kyoto/12216/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: