jump to navigation

sehari di mt.naeba February 10, 2007

Posted by franky in jalan-jalan.
Tags: , , , ,
trackback

Melihat salju! yaa, rasanya cukup luar biasa bagi kita yang biasa hidup di negara tropis yang hangat…Tapi, entah mengapa, sampai detik ini pun Tsukuba belum disambangi salju yang turun. Ada yang bilang, tahun ini adalah musim dingin terhangat dari musim dingin-musim dingin sebelumnya. Karena bingung mengisi liburan musim dingin yang hampir berakhir, sementara tidak ada pilihan yang bisa dibuat, akhirnya atas jasa baik seorang teman yang berkasak kusuk ria di internet untuk mencari ‘perjalanan’ (baca: tour) ke lokasi yang sudah ada saljunya, maka akhirnya didapat beberapa pilihan tour. Diantaranya adalah ke Mt.Naeba, Niigata-perfecture, sekitar 400 km barat laut Tsukuba. Paket perjalanan itu sebetulnya untuk bermain ski di lokasi tersebut, dan cukup murah untuk hitungan mata uang Jepang, karena dalam paketnya termasuk gratis peminjaman alat2 ski. Walaupun kalo dirupiahkan jangan tanya deeh…hehehehe….dan terbersit juga keinginan mencoba rasanya bermain ski, sekalian melihat salju (atau kebalik?). Berdelapan kita ikut tour. Pembayarannya pun mudah, tinggal transfer dari atm, simpan bukti transfer, lalu pada hari h-nya kita tinggal datang ke lokasi ngumpul yang sudah ditentukan dengan membawa bukti transfer tersebut. Perjalanannya juga cukup simpel, berangkat jam 11 malam Jumat malam 5 Januari dari Akihabara menggunakan bus, sampai di lokasi pagi-pagi, kita bebas memilih kegiatan, termasuk main ski! Sorenya sekitar jam 4, rencananya sudah dijemput lagi untuk kembali ke Tokyo.

Jumat 5 Januari berdelapan kita berangkat dari Tsukuba menuju Akihabara jam 9 malam dengan TX-Tsukuba Express, sampai di Akihabara, setelah antri untuk reserve, akhirnya kita mendapatkan bis yang akan mengantarkan kita ke lokasi, dengan sopir yang kelihatannya lebih dari 70 tahun! Sampai di lokasi masih gelap jam 5 pagi, kita langsung disambut guyuran salju! Setelah sholat Shubuh, dan sedikit melanjutkan tidur (karena di bus ngga bisa tidur!), dan kasak kusuk cari locker untuk simpan tas, kita langsung menuju ke tempat penyewaan peralatan ski yang ternyata cukup jauh juga…dan yang jelas, dinginnya minta ampun! Tapi kita tetap gembira sambil berjalan di bawah guyuran salju. Setelah fitting untuk peralatan ski yang ukurannya juga berbeda untuk setiap orang, kita kembali ke “camp”, ternyata betapa sengsaranya berjalan dengan sepatu ski, sambil membawa peralatannya yang cukup berat.

Waktu sudah menunjukkan lewat pukul 8 pagi ketika kita mulai menuju lokasi course untuk pemula! Sampai di course, kita hanya tersenyum getir melihat puluhan anak-anak di bawah 10 tahun sudah lihai meliuk2 di atas papan ski! cuek! Dengan bersusah payah dan pake acara terjatuh2, kita belajar main ski dari lokasi yang paling landai, sampai akhirnya belajar meluncur dari tempat yang cukup tinggi. Walaupun kelihatan masih sangat amatir, tapi untuk urusan foto, harus kelihatan profesional! Hehehehe…..Berbekal dengan teori simpel yang diajarkan oleh salah seorang teman yang sudah pernah mencoba bermain ski, kita bermain ski, walaupun jatuh bangun (yang penting cara jatuhnya benar, itu sudah cukup membuat kita bersemangat). Kenyataan pahit yg ditemui adalah, betapa susahnya bangun dan berdiri pada posisi setelah kita terjatuh! Waktu berjalan dengan cepat, dan herannya di bawah guyuran salju, badan kita basah oleh keringat!

Setelah break dan makan pizza, kita kembali ke course, dengan sedikit peningkatan teknik tentunya…kekekekek, dan mencoba naik gondola yg mengantarkan ke course yang paling atas! Sampai jam 2 siang kita bermain, akhirnya kembali ke “camp”. Bagian yang paling membuat malas adalah mengembalikan peralatan ski ke rentalnya! Waduuuh, rasanya dengkul sudah mau lepas, kita harus berjalan dengan sepatu ski, sambil membawa lagi peralatannya! Yaa, setelah bagian itu terlewati, kita kembali untuk beres2, menghangatkan badan, mandi sauna di onsen, dan cari makanan yang bisa untuk mengganjal perut, dan tentunya bisa dimakan!
Jam 4 kita dijemput dengan bus, untuk kembali ke Tokyo, dan melanjutkan perjalanan lagi ke Tsukuba dengan membawa kenangan dan pengalaman yang tak terlupa mengalahkan rasa pegal yang menjalari sekujur badan.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: